TERAPI KOMPLEMENTER
TERAPI KOMPLEMENTER
- Pengertian
Terapi komplementer merupakan
metode penyembuhan yang caranya berbeda dari pengobatan konvensional di dunia kedokteran yang
mengandalkan obat kimia dan operasi, yang dapat dilakukan oleh tenaga
kesehatan. Banyak terapi modalitas yang digunakan pada terapi komplementer
mirip dengan tindakan keperawatan seperti teknik sentuhan, masage dan
manajemen stress. Terapi
komplementer merupakan terapi tambahan
bersamaan dengan terapi utama dan berfungsi sebagai terapi suportif untuk
mengontrol gejala, meningkatkan kualitas hidup, dan berkontribusi terhadap penatalaksanaan pasien secara
keseluruhan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan.
Terapi Komplementer adalah pengobatan
non konvensional yang bukan berasal dari negara yang bersangkutan. Misalnya,
jamu bukan termasuk pengobatan komplementer tetapi merupakan pengobatan
tradisional (WHO).
Terapi komplementer adalah pengobatan
tradisional yang sudah diakui dan dapat dipakai sebagai pendamping terapi
konvensional medis. Dalam pelaksanaannya terapi komplementer dapat dilakukan bersamaan dengan terapi
medis.( Moyad, 2009).
- Tujuan
Terapi Komplementer
Terapi komplementer bertujuan untuk
memperbaiki fungsi dari sistem–sistem tubuh, terutama sistem kekebalan dan
pertahanan tubuh agar tubuh dapat menyembuhkan dirinya sendiri yang sedang
sakit, karena tubuh kita sebenarnya mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan
dirinya sendiri, asalkan kita mau mendengarkannya dan memberikan respon dengan
asupan nutrisi yang baik dan lengkap serta perawatan yang tepat.
- Jenis–Jenis Terapi Komplementer
1.
Nutrisi (Nutritional Therapy);
2.
Terapi herbal (Herbal Therapy);
3. Terapi psiko–somatik (Mind–Body
Therapy)
4.
Terapi spiritual berbasis doa (Spiritual Therapy Based on Prayer)
Menurut National Center for
Complementary and Alternative Medicine (NCCAM) Pengobatan di atas dapat
dikategorikan menjadi 5 kategori yang kadangkala satu jenis pengobatan bisa mencakup
beberapa kategori. Sistemnya adalah:
1.
Alternative Medical System/ Healing System–non medis
Terdiri
dari Homeopathy, Naturopathy, Ayurveda dan Traditional Chinese Medicine
(selanjutnya disingkat TCM) seven chakras-ayurveda
2.
Mind Body Intervention
Terdiri
atas Meditasi, Autogenics, Relaksasi Progresif, Terapi Kreatif, Visualisasi
Kreatif, Hypnotherapy, Neurolinguistik Programming (NLP), Brain Gym, dan Bach
Flower Remedy.
3.
Terapi Biologis
Terdiri
dari Terapi Herbal, Terapi Nutrisi, Food Combining, Terapi Jus, Makrobiotik,
Terapi Urine, Colon Hydrotherapy.
4.
Manipulasi Anggota Tubuh
Terdiri
atas Pijat/Massage, Aromatherapy, Hydrotherapy, Pilates, Chiropractic, Yoga,
Terapi Craniosacral, Teknik Buteyko.
5.
Terapi Energi
Terdiri dari Akupunktur, Akupressur, Refleksiologi,
Chi Kung, Tai Chi, Reiki, dan Prana healing.
- Obat–Obat
yang Digunakan dalam Terapi Komplementer
Di Indonesia ada 3 jenis teknik pengobatan
komplementer yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan untuk dapat diintegrasikan ke dalam pelayanan
konvensional, yaitu sebagai berikut :
1. Akupunktur medik yang dilakukan
oleh dokter umum berdasarkan kompetensinya. Metode yang berasal dari Cina ini
diperkirakan sangat bermanfaat dalam mengatasi berbagai kondisi kesehatan
tertentu dan juga sebagai analgesi (pereda nyeri). Cara kerjanya adalah dengan
mengaktivasi berbagai molekul signal yang berperan sebagai komunikasi antar
sel. Salah satu pelepasan molekul tersebut adalah pelepasan endorphin yang
banyak berperan pada sistem tubuh.
2. Terapi hiperbarik, yaitu suatu metode terapi dimana
pasien dimasukkan ke dalam sebuah ruangan yang memiliki tekanan udara 2–3 kali
lebih besar daripada tekanan udara atmosfer normal (1 atmosfer), lalu diberi
pernapasan oksigen murni (100%). Selama terapi, pasien boleh membaca, minum,
atau makan untuk menghindari trauma pada telinga akibat tingginya tekanan
udara.
3. Terapi herbal medik, yaitu terapi
dengan menggunakan obat bahan alam, baik berupa herbal terstandar dalam
kegiatan pelayanan penelitian maupun berupa fitofarmaka. Herbal terstandar
yaitu herbal yang telah melalui uji preklinik pada cell line atau hewan coba,
baik terhadap keamanan maupun efektivitasnya. Terapi dengan menggunakan herbal
ini akan diatur lebih lanjut oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Ada
beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut :
·
Sumber daya manusia harus tenaga dokter dan atau dokter gigi yang sudah
memiliki kompetensi.
·
Bahan yang digunakan harus yang sudah terstandar dan dalam bentuk
sediaan farmasi.
·
Rumah sakit yang dapat melakukan pelayanan penelitian harus telah
mendapat izin dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan akan dilakukan
pemantauan terus–menerus.
Dari 3 jenis teknik pengobatan
komplementer yang ada, daya efektivitasnya untuk mengatasi berbagai jenis
gangguan penyakit tidak bisa dibandingkan satu dengan lainnya karena
masing–masing mempunyai teknik serta fungsinya sendiri–sendiri. Terapi
hiperbarik misalnya, umumnya digunakan untuk pasien–pasien dengan gangren
supaya tidak perlu dilakukan
pengamputasian bagian tubuh. Terapi herbal, berfungsi dalam meningkatkan daya
tahan tubuh. Sementara, terapi akupunktur berfungsi memperbaiki keadaan umum,
meningkatkan sistem imun tubuh, mengatasi konstipasi atau diare, meningkatkan
nafsu makan serta menghilangkan atau mengurangi efek samping yang timbul akibat
dari pengobatan kanker itu sendiri, seperti mual dan muntah, fatigue
(kelelahan) dan neuropati.
- Daftar
Pustaka
Buckle, S.
(2003). Aromatherapy. http//.www.natu r alhealth web.co m/ar
ticles, diperoleh 25 Januari 2008.
Fo ntaine, K.L.
(2005). Complementary & alternative therapies for nursing
practice. 2th ed. New Jersey: Pearson Prentice Hall.
Nezabudkin, V. (2007). How to research
alternatif treatment before using
them .http//.www.natu r alhealthweb.co m/ar ticles/Nezabudkin1.html,
diperoleh 25 Januari 2008.
Semangat kok..pekok...
BalasHapus